AdSense

Sistem Basis Data (Database Systems): Definisi, Pengertian, Bahasa, Komponen dan Fungsi

Definisi, Pengertian, Bahasa Sistem Basis Data, Komponen Sistem Basis Data dan Fungsi Dari Sistem Basis Data.

Sebuah kendaraan roda dua bermotor adalah perangkat alat teknologi mesin yang komplit, didalamnya terdapat banyak komponen pengelola bekerja secara bersamaan, melakukan tugas masing-masing untuk memberikan sebuah keluaran (Output) melaju di jalanan.
Begitu Juga halnya dalam teknologi komputer, perangkat komputer baik Software Dan Hardware mempunyai banyak komponen yang bekerja sama dalam melakukan suatu tugas, jika diibaratkan sebuah perangkat lunak office suite (paket aplikasi perkantoran) seperti product buatan Microsoft Corporation yaitu Ms. Office, misalkan hendak membuat selembar surat undangan menggunakan komputer, tentu anda menggunakan keyboard, mouse, sistem operasi, software Microsoft Word, harddisk/flashdisk, dan printer.
Mekanisme dan proses diatas merupakan contoh dari sistem. Ada banyak sistem diera revolusi industri teknologi 4.0 ini. salah satu yang menjadi topik pembahasan kali ini yaitu sistem pada basis data atau juga disebut dengan Database System (Inggris).

Definisi Sistem Basis Data (Database System)

Sistem Basis Data atau dikenal dengan Database System didalam Bahasa Ingris. Secara harfiah, sistem basis data terdiri dari dua kata, sistem dan basis data. Oxford memberikan Definisi dari sistem yaitu “an organized set of ideas or theories or a particular way of doing something" atau “kumpulan ide atau teori atau cara tertentu dalam melakukan sesuatu”.
Sedangkan definisi dari basis data, oxford menjelaskan “database is an organized set of data that is stored in a computer and can be looked at and used in various ways” atau “kumpulan data terorganisir yang disimpan di komputer dan dapat dilihat serta digunakan dengan berbagai cara”.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Sistem Adalah “perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas”.

Pengertian sistem Basis Data.

Pengertian sistem basis data secara umum adalah sistem yang terdiri atas kumpulan tabel data yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (yang biasa disebut DBMS/Database Management System) yang memungkinkan beberapa pemakai dan/atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi tabel-tabel data tersebut “Basis Data Revisi Kedua, Fathansyah, hal. 12”).
Dapat diambil kesimpulan bahwa, pengertian sistem basis data adalah komponen atau mekanisme proses yang berjalan secara bersamaan dalam pengelolaan kumpulan fakta nyata yang terorganisir (saling berelasi) di dalam perangkat komputer.
DBMS merujuk kepada alat bantu atau perangkat lunak pengelola basis data, Tentu saja DBMS merupakan termasuk dalam sistem basis data. DBMS membantu Sistem Basis data dalam mengelola basis data. 
Berbeda dengan rujukan luar, pemahaman mereka istilah Sistem Basis Data merujuk kepada Database Management System (DBMS), termasuk juga pengertian, definisi, komponen dan fungsi dari sistem basis data.

pengertian-definisi-bahasa-komponen-fungsi-sistem-basis-data
Pexels

Bahasa Basis Data (Database Language)

Dasarnya basis data mempunyai operasi-operasi atau perintah dalam mengelola basis data. Operasi dasar basis data seperti membuat basis data, menghapus basis data, membuat tabel, menghapus tabel, mengisi data, menambah data, mengambil data, merubah data dan menghapus data. Bahasa Basis Data (Database Language) merupakan bahasa yang digunakan oleh user/pengguna untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS/RDBMS.
Bahasa Sistem Basis Data mempunyai perbedaan statement query berbeda sebagaimana yang telah ditetapkan masing-masi DBMS atau RDBMS. Sedangkan jika ditinjau dari pengoperasin dasar, Basis Data mempunyai istilah operasi dasar yang bukan digolongkan dalam syntax/query atau bahasa basis data.

Bahasa Basis Data ditinjau dari segi Sistem Basis data itu sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu Data Manipulation Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Dml sendiri dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu Prosedural dan Non-Prosedural.
  1. Manipulation Language (DDL) adalah bahasa basis dayang yang digunakan untuk membangun dan menggambarkan skema (membuat, mengindeks, mengubah, menentukan struktur penyimpanan, mengubah, dll) basis data , dan
  2. Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa basis data yang digunakan untuk mengakses dan memanipulasi (menambah, mengambil, menyisipkan, menghapus atau mengubah) data pada basis data. 
    1. DML Prosedural merupakan bahasa basis data tingkat rendah. karena DML prosedural mengharuskan pengguna basis data untuk menentukan data apa yang diinginkan dan bagaimana cara mendapatkannya. DML Prosedural juga disebut DML satu per-satu-satu (DML One-at-a-time). Bahasa yang digunakan disini digolong dengan tingkat kerumitan tinggi. karena sukar dimengerti, dan jauh dari bahasa sehari-hari manusia.
    2. DML Non-Prosedural merupakan bahasa tingkat tinggi. Dimana pengguna basis data dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menentukan cara mendapatkannya. Bahasa basis data DML Non-Prosedural juga disebut DML satu untuk semua (DML set-a-time ). DML Non-prosedural adalah bahasa yang mudah, dan hampir serupa dengan bahasa komunikasi manusia.
Ada juga penambahan pembagian dalam bahas basis data seperti Data Query Language (DQL) dan Data Control Language (DCL), tanpa bagian itu pun, DML dan DDL mampu mewakili bagian DQL dan DCL. Atau bisa dikatakan bagian bahasa basis data DQL dan DCL adalah bahasa basis data Opsional.

Komponen Sistem Basis Data

Dilirik jauh kedalam lagi, sistem basis data juga memerlukan beberapa hal lain yang juga ikut serta menggerakan proses lengkap, diantaranya adalah:
  • Hardware (Perangkat Keras)
Hardware merupakan perangkat atau komponen alat fisik yang dapat disentuh dan berkaitan dengan komputer. Komponen hardware sistem basis data biasanya terdiri dari Komputer (stand-alone maupun server-client), memori internal (Hardisk/HDD atau SSD/Solid State Drive ), memori eksternal (Flash Disk, Digital Video Disc/DVD), dan jaringan komputer. Perkembangan teknologi membuat hardware tidak hanya diperankan oleh komputer saja, smartphone atau gadget lainnya juga memiliki sistem basis data. Sistem Basis Data Membutuhkan hardware sebagai wadah.
  • Database (Basis Data)
Basis data merupakan kumpulan fakta nyata yang mewakili objek (mahasiswa, dosen, buku, tas, kursi, ayah, anak, ibu, dll) yang saling berkaitan. Sistem Basis Data dapat mengelola banyak Basis Data. Contohnya basis data kependudukan, basis data pegawai, basis data perpustakaan, basis data perbankan, dlll.
  • Operating System (Sistem Operasi)
Sistem operasi (OS) merupakan program pondasi pengelolaan sumber daya teknologi komputer, menjalankan semua operasi-operasi atau sumber daya (resource) dasar perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) bersamaan. Beberapa sistem operasi yang banyak dikenal diantaranya Microsoft Windows, Linux, Ms-DOS, MAC-OS. Sistem Basis Data berjalan didalam Sistem Operasi.
  • DBMS (Database Management System)
Database Management System (DBMS) atau sering disebut Sistem Pengelola Basis Data merupakan perangkat lunak (Software) yang mengelola basis data. berbeda sedikit dengan sistem basis data, DBMS merupakan alat aplikasi pengelola (mendefinisikan/define, membengun/construct, memanipulasi/manipulate) basis data, dianatara contoh DBMS atau alat pengolah ini adalah Microsoft Acces, MySql, Oracle, SQL Server, dll. Dengan demikian gabungan antara basis data dan Database management System disebut dengan Sistem basis.
  • User (Pengguna)
User disini dimaksudkan sebagai pengguna sistem basis data itu sendiri. User sistem basis data menurut Fathansyah pada bukunya “basis data revisi kedua” terdiri dari beberapa tipe/jenis dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan basis data, yaitu Programmer Aplikasi, user mahir (Casual User), User Umum (End User/Naive User) Dan User Khusus (Specialized User).
  • Perangkat Lunak Optional/aplikasi lain (Tidak harus ada)
Perangkat optional dimaksud sebagai aplikasi lain yang tidak mesti ada, ada atau tidaknya perangkat ini tidak menjamin sebuah sistem basis data tidak bisa dijalankan. Komponen ini berpengaruh pada user (Pengguna) sistem basis data itu sendiri, seorang pengguna yang memahami bahasa atau perintah (query) basis data tentu dapat melakukan akses atau analisa data tanpa komponen ini. Contohnya ketika seorang kasir ingin menginput (mengisikan) atau menghapus data penjualan di dalam basis data menggunakan aplikasi market.

Fungsi Sistem Basis Data.

Jika ingin membahas fungsi dari sistem basis data, maka secara tidak sengaja kita juga membahas fungsi Sistem pengelola basis data (Database Management System/DBMS) atau sedikit banyaknya ada kemiripan antara dua hal tersebut dalam hal fungsi Jika tidak dibahas secara detail/terperinci (secara mendalam). Kesamaannya mengacu pada sama-sama mengelola sumber daya data. secara garis besar atau umum, fungsi dari Sistem basis data adalah pencegahan terhadap beberapa permasalahan diantaranya:
  1. Redudansi data dan juga inkonsistensi data. meminimalisir terjadinya ketidakkonsistenan data atau anomali data. misalnya sebuah objek data yang mempunyai nilai yang berbeda pada satu atau beberapa atribut mereka.
  2. Data Isolation adalah properti yang menentukan kapan dan bagaimana perubahan yang dibuat oleh satu operasi menjadi terlihat oleh pengguna dan sistem bersamaan lainnya. Isolation data mengatasi permasalahan menentukan integritas proses akses data oleh banyak pengguna sama dengan akses yang sama pada saat waktu bersamaan.
  3. Konkurensi kontrol basis data. adalah kemampuan database untuk memungkinkan banyak pengguna memengaruhi banyak transaksi, memastikan bahwa hasil yang benar untuk operasi bersamaan dihasilkan, sekaligus mendapatkan hasil tersebut secepat mungkin. Misalnya, ketika satu pengguna sedang mengubah data tetapi belum menyimpan data itu, maka database tidak boleh mengizinkan pengguna lain yang meminta data yang sama untuk melihat data yang diubah dan belum disimpan. Sebagai gantinya, pengguna hanya boleh melihat data asli.
  4. Masalah Integritas adalah keseluruhan kelengkapan, akurasi dan konsistensi data. Hal ini dapat ditunjukkan dengan tidak adanya perlindungan data atau perubahan antara pembaruan data, yang berarti data tetap utuh dan tidak berubah. seperti ketika pengguna operator membuat kesalahan saat memasukkan data ke dalam database. Integritas ini mencakup melindungi data dari berbagai faktor eksternal seperti pemadaman listrik, bencana tak terduga, atau pelanggaran data.
  5. Masalah keamanan. adalah masalah pendekatan dengan sistem, terkait dengan batasan terkait hak akses. Persyaratan aplikasi ditambahkan ke sistem secara ad-hoc sehingga sulit untuk menerapkan batasan.
Kesimpulan
Definisi Basis data adalah mekanisme komponen operasi bekerja dan menghasilkan keluaran sama. Pengertian kumpulan tabel data yang saling berhubungan basis data dan sekumpulan program untuk mengakses dan memanipulasi tabel-tabel data tersebut. Bahasa Basis Data adalah bahasa yang terdiri dari DML dan DML digunakan oleh user/pengguna untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS/RDBMS. Komponen Sistem Basis Data adalah hardware, database, operating system, DBMS/RDBMS, User, software. Fungsi Dari Basis Data adalah redudansi data, data isolation, kontrol database, integritas data, keamanan.

Sekian artikel kalini terkait dengan pembahasan definisi sistem basis data , pengertian sistem basis data, komponen sistem basis data, serta fungsi dari sistem basis data. Semoga dapat menjadi referensi bagi pembaca. Terima kasih.

0 Response to "Sistem Basis Data (Database Systems): Definisi, Pengertian, Bahasa, Komponen dan Fungsi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel