AdSense

TEKNOLOGI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Interaksi Teknologi terhadap PerkembanganAnak

Usia dini anak cenderung lebih penasaran dan kreatif dibanding kan remaja, masa dini anak-anak cenderung mencoba apa saja yang dilihat, bahkan semakin dilarang semakin besar pula rasa penasaran mereka. Begitu juga rasa ingintahu mereka terhadap teknologi, apalagi teknologi gadget terutama fasilitas gamming, menyebabkan anak – anak cenderung pasif terhadap gerak. Padahal disusia dini anak anak dituntut untuk terus bermain, karena dengan bermain anak melatih fisik, bahasa, sosial, pengetahuan kognitif dan emosional.

interaksi-teknologi-dan-anak
Pixabay
Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan teknologi bagi anak, namun ketergantungan terhadap teknologi yang berlebihan dan moral cenderung lebih kecil menyebabkan kesalah pemahaman pola pikir otak manusia. Apalagi kesalahan berfikir dumilai dari masa kanak-kanak, seperti pohon ingin diluruskan yang masih kecil masih mudah untuk diluruskan ketika pohon tersebut sudah besar, akan susah untuk diluruskan bahkan bisa patah.

Baca juga: Dampak Teknologi

Orang tua adalah yang bertanggung jawab atas perkembangan anak, disini orang tua fakor utama, walapun faktor lingkungan juga turut memberikan dampak signifikan tumbuh kembang anak. Tidak jarang pula orang tua pelaku utama yang memepengaruhi anak-anak dalam aktifitas sehari-hari. Anak usia dini melakuakan apa yang dilihatnya, dirumah batita dan balita melihat ayah atau ibu menggunakan handphone berlebihan.

Ditakutkan pengaruh teknologi terhadap anak berdampak negatif yang menyebabkan Kehilangan kemampuan bersosialisasi, Menurunnya prestasi belajar, tidak bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk dan yang paling parah pengaruh pornografi, semoga saja anak kita jauh dari hal berbau negatif pornografi. Bagaimanapun jangan berprasangka buruk terhadap teknologi, karena teknogoli bertujuan untuk kecepatan, kemudahan, ketepatan dalam memanjakan aktifitas manusia. Teknologi dapat membantu dalam tumbuh kembang seorang anak membantu tumbuh kembang seorang anak seperti:

  • Memberikan wawasan.
  • Membangun relasi tanpa batasan jarak dan waktu.
  • Perangkat lunak edukasi anak sperti tontonan kretifitas dan game iteraksi susunan kata, balok, gambar dan angka.
  • Sebagai metode lain dalam mengajar anak.
  • Menjelajahi dunia tanpa batasan materi, jarak dan waktu.

Teknologi bisa dikatan tidak bisa lepas dari kehidupan anak-anak. Dilansir Common Sense Media, hampir seluruh aktivitas remaja menggandengkan teknologi, baik berkomuniikasi, berkreasi, interaksi pasif interaksi aktif. Jadi apa yang harus dilakukan orang tua dalam hal ini?... Ada bebarap faktor yang mungkin dapat menjaga keseimbangan anatara teknologi dan tumbuh kembang anak-anak:

Jangan bereaksi berlebihan, suka atau tidak suka teknologi sangat erat hubungannya dengan manusia, Dalam aktifitas sehari – hari didapur pun seorang ibu tidak lepas dari perangkat teknologi. Terlalu protektif (overprotective) terhadap teknologi seorang anak juga dapat berdampak buruk bagi anak. Yang penting adalah ajarkan anak dalam menggunkan teknologi secara sehat. Melarang, marah apalagi menakut-nakuti bukanlah sebuah solusi, mungkin dengan pembatasan lebih baik.

Ajarkan teknologi pada anak mulai usia dini, jelaskan bahwa teknologi bukan hanya digunakan bermain, ada banyak fungsi dari teknolologi, begitu juga dampak negatif. Ajarkan kepada anak betapa luasnya teknologi dan terus berkembang. Teknologi hanyalah alat alternatif bagi manusia untuk pengembangan diri. Semakin besar seorang anak, akan samakin besar pula rasa penasarn mereka terhadap teknologi, maka orang tua disini perlu kiat terperinci dalam megajarkan teknologi. Jangan sampai seorang anak berpikir bahwa teknologi adalah hal yang menakutkan.

Ajarkan etika dalam mennggunkan Internet, bullying semakin marak di dunia sosial media internet jangan biarkan anak sebagai subjek atau objek bullying. Komisioner Komipis Perlindungan Anak (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya, ada 161 kasus terjadi di tahun 2018 bidang pendidikan, kasus anak korban kekerasan dan bullying sebanyak 36 kasus (22,4 %) sedangkan untuk kasus anak pelaku kekerasan dan bullying sebanyak 41 (25,5%), senin (23/7/2018). Jika tidak ditanggulangi kasus yang seperti ini pasti akan terus meningkat, seseorang harus menajarkan etika, kesopanan dan santunan anak.

Gunakan perangkat lunak khusus anak dibawah umur, aplikasi versi desktop maupun smartphone. Gunakan aplikasi edukasi yang melatih motorik halus, konsentrasi dan kesabaran anak. Youtube juga merilis versi perangkat lunak anak yang disebut dengan youtub kids.

Menjaga keseimbangan teknologi dan anak dibutuhkan kesabaran dan proses yang panjang sampai anak dewasa dan mengerti baik buruk teknologi. Hal yang mungkin terjadi dan tidak diinginkan orang tua adalah:

  • Kecanduan terhadap teknologi yang menyebabkan anak kurang bergaul secara langsung.
  • Anak cenderung lebih suka menyendiri dan kurang interaksi sosial.
  • Kurangnya kemamuan motorik kasar anak sehingga tumbuh kembang anak kurang optimal.
  • Indikasi melihat hal pornografi lebih besar.
  • Tingkat kesadaran dunia nyata berkurang, anak cenderung mengira dunia maya adalah hal yang nyata.
  • Menyamakan proses teknologi dan proses dunia nyata. Teknologi bertujuan mempercepat, tepat dan mepermudah dalam membantu manusia menyelesaikan masalah, namun hal ini tidak sama implementasinya dengan dunia nyata. Sama halnya ketika anak menggunakan kaltulator dan jari jemari untuk menghitung, terlalu menoton terhadap teknologi seperti ini membuat anak lemah dalam hal kesabaran, konsentrasi dan keteguhan hati seorang anak.

0 Response to "TEKNOLOGI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel